Senin, 09 April 2012

Kebiasaan Buruk

Langit sudah gelap, hujan gerimis pula. Maka saya pun tanpa harus berlama-lama menunggu bis damri memutuskan untuk naik angkot saja. Ongkosnya beda sedikit ini, beda seribu. Maka duduk lah saya dengan indahnya dalam angkot, duduk paling belakang sambil menyuruput frut tea apa fresh tea saya lupa. Rasa blackcurrant, konsumsi mengajar di kelas platinum. Memang kalau mengajar di kelas platinum atau eksekutif pasti dapat makanan.

Tapi yang mau saya ceritakan bukan pengalaman mengajar, ataupun bagaimana rasanya minuman tadi. Melainkan pengalaman naik angkot Elang-Gedebage, dan rasa tidak enak dari pemandangan yang saya lihat saat itu.



Angkotnya tidak terisi penuh hanya kurang lebih 5-6 orang. Duduk di kursi paling depan di samping pak supir yang sedang berkendara (bahasanya aduh..-__-) seorang ibu beserta anaknya yang masih kecil, kira-kira 2-3 tahunan. Saya tebak itu keluarganya pak supir, karena mereka tampak mesra.

Ditengah perjalanan tepatnya di daerah Pasirluyu, tiba-tiba angkot berhenti mendadak, padahal tidak ada yang bilang "kiri". Itu sudah yang kedua kalinya angkot berhenti mendadak, terakhir kali ketika nyaris menabrak sebuah truk di lampu merah Buah Batu!!!

Saya pikir ini ada apa lagi sih?

Ternyata supir membuka pintu depan, lantas turun, sementara si ibu mendirikan anaknya, membukakan celana anak kecilnya dan cuuurr...! Pipis..!
Pemandangan itu menganggu saya, asli, walaupun itu anak kecil tapi jelas mengganggu. Yang terlintas di pikiran saya saat itu, apakah si iu tidak tau teknologi bernama pampers? Trus saya takutnya ketika hal itu dilakukan berulang-ulang nanti jadi kebiasaan akhirnya jadi karakter.Ih..Si anak jadi merasa hal tersebut lumrah dilakukan, karena pengalamannya mengajarkan hal tersebut

Saya mau tanya seringkah kalian melihat pria dewasa kencing sembarangan di pinggir jalan, di balik pohon rindang?
Kenapa ga nyari wc umum aja sih? atau minimalnya toilet mesjid gitu..!
Apakah mereka itu dulu ketika masih kecilnya juga diajarkan seperti itu? biar cepet, murah, ga bayar..!
Apa segitunya kah hingga kita mengubur rasa malu kita dalam-dalam?

Saya sih bukan sok bersih atau sok gimana, tapi melihat pemandangan seperti itu ketika di jalan tuh rasanya menganggangu. Sama ketika sedang menonton film di tv, lagi tegang-tegangnya tiba-tiba dipotong iklan. Atau perasaan ketika ada jerawat di hidung kita, warnanya merah, besar, ingin rasanya nusuk itu jerawat tapi ga bisa.Ya begitulah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar