Kamis, 23 Mei 2013

[BeraniCerita #18] Tiket Keberuntungan


Hari ini perjudian itu dimulai. Berbulan-bulan berlatih hanya untuk mengikuti audisi pencarian bakat ini. Tidak ada satu orang pun yang mengerti betapa pentingnya audisi ini buat ku. Ibu berkerenyit keningnya ketika kusampaikan niatku ini. Sementara ayah dingin seperti biasanya, bahkan piala di lemari pun tak membuatnya tertarik. Teman-temanku di sekolah menertawakan. Menurut mereka biasanya penyanyi yang dihasilkan dari ajang seperti itu tidak akan bertahan lama, instant. Namun tekad sudah bulat. Akan ku buktikan pada  mereka dengan sebuah golden ticket. Tiket yang akan membawa ku ke ibu kota. Tiket menuju ketenaran.

Bunyi klakson terdengar beberapa kali. Azka sudah menunggu di luar dengan sepeda motornya. Sahabat ku ini yang akan mengantar ku audisi. ‘yakin ga mau ikut audisi?’ Tanya ku. Ia hanya menggeleng. Baginya musik hanya tempat pelarian, pemuas diri. Bisa bernyanyi dan bermain musik bersama bandnya lebih dari cukup. Sayang. Padahal setiap melihat Azka bernyanyi aku selalu kagum, dia seperti sedang trance. Segala emosinya tumpah dalam lagu, larut dalam lirik, yah.. walaupun tekniknya biasa saja. Tapi sosoknya mengingatkan pada Jeff Buckley ketika sedang bernyanyi.

****


Antrian sudah mengular di luar pintu gerbang. Aku pun ikut antri untuk mendaftarkan diri dan mendapat nomor urut audisi. 4025 Itu nomor urut ku dan 4026 nomor urut Azka. Tanpa sepengetahuannya ku daftarkan. Suaranya layak didengar pikir ku. Walaupun harus aku paksa dia untuk ikut mencoba.
Wi, mau nyanyi Whitney Houston lagi?’ Tanya nya. 'Iya', jawab ku tersenyum. Lagu Whitney Houston yang membuatku juara lomba nyanyi di Sukabumi waktu itu. Aku sudah menguasainya dengan baik. 'Kamu mau nyanyi apa?' Tanya ku sambil mengantri menuju pintu audisi. ‘Metallica’ katanya lempeng. Kami pun tertawa seketika.

Pintu audisi sudah di depan mata, giliran ku masuk. Langkah ku mantap. ‘Wi…’ suara Azka membuat ku terhenti. ‘semangat!’ katanya sambil mengepalkan tinjunya ke udara. Hal yang sama yang ia lakukan saat aku ikut kompetisi lalu.

Memasuki ruangan aku mulai gugup. Ada disana 4 orang musisi terkenal di Indonesia. ‘mau nyanyi apa?’ Tanya seorang diva muda yang hendak go internasional itu. ‘Whitney Houston, I Will Always Love You’ jawab ku. Setelah dipersilahkan, aku pun mulai bernyanyi. Semua jerih payah ku keluarkan lewat suara dan teknik bernyanyi. Keputusan 3 orang juri membuat mata ku berkaca-kaca, mulut ku bergetar ketika mengucapkan terima kasih dan menyalami ke 4 juri tadi. Diva muda tadi berujar ‘maaf kamu belum bisa lolos' katanya. Aku pun mengangguk dan melangkah keluar dari ruang audisi. Keluar dengan kepala tertunduk, tak sanggup menatap mata Azka. Ia membelai punggungku, menenangkan. ‘ayo pulang’ katanya sambil menarik tangan ku. Tapi aku enggan. Aku memaksanya untuk tetap mencoba audisi, 'demi aku', kata ku setengah merajuk. Ia pun masuk ruang audisi. aku  menunggu penuh harap di luar. Tak lama kemudian...

‘gimana?'  tanya ku. Ia hanya menunduk, lalu menepuk pundak ku seperti berkata ‘sudahlah tak usah dipikirkan’. Langkahnya gontai mendahului ku, tanpa ku tahu golden ticket terlipat dalam saku celana nya, tak tahu harus diapakan.


 Note: 480 kata
Tulisan ini bukan sengaja dibikin buat ikutan Berani Cerita sih, udah ada, saya hanya ganti judul sama ngitungin jumlah kata aja, gila pusing hehehe...

11 komentar:

  1. ini pengalaman pribadi ya mas hihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi..eh.. TIDAAAKK... (korban itbulaga)

      Hapus
  2. pantesaan koq udah jadi ceritanya...btw, pengalaman ndiri kah? :)

    BalasHapus
  3. Kalimat pertama "penjudian" apa "penjurian" mas?

    Eh, klo pengalaman pribadi, wah si mas pintar nyanyi dong.. hehe..

    BalasHapus
  4. Banyak yg ndak lolos audisi malah jadi terkebal, kok *pukpuk*
    nice story ^^

    BalasHapus
  5. ini murni fiksi ko... emang kesannya kaya pengalaman sendiri yah? hahaha...

    BalasHapus
  6. tanpa ku tahu golden ticket terlipat dalam saku celana nya...

    lha tanpa kutahu tapi kok bisa cerita??? =="

    tetap semangat! Anda belum berjodoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahaha.. itu niatnya pengen ganti sudut pandang, maklum ga diedit (ngeles).. tapi ko mbak nya bisa tau saya belum punya jodoh.. eh.. :)

      Hapus
  7. Iya lho...tampak seperti pengalaman pribadi nih hohohoh

    BalasHapus
  8. Semoga tahun depan lolos! Teuteup Cmungudh ea ... ^_^

    BalasHapus
  9. Paragraf bawahnya rada rancu ya... :)
    Nyanyi? Aku sih pasti dapat tiket "Coba Lagi Award" :D

    BalasHapus