Selasa, 02 Juli 2013

Kado Ulang Tahun

“Sudah siap sayang?” Tanya Dodi setengah berbisik di telinga Dini seraya menuntun nya keluar dari mobil.
Dini tersenyum, melangkah keluar dengan pelan, matanya terpejam rapat. Dodi yang menyuruh, surprise katanya. Sepanjang jalan Dini mencoba menerka kira-kira surprise apa yang akan diberikan Dodi untuk ulang tahun pernikahannya yang ke 11 ini. Tapi sia-sia, Dodi selalu saja memberikan surprise yang benar-benar tak terduga. Walau ia tak pernah meminta, namun Dodi selalu beralasan sebagai penebus waktunya yang hilang akibat kesibukannya sebagai pengusaha yang tak mengenal jam kerja.

“Nah sekarang kamu boleh buka matanya, satu, dua, tiga.. tadaa..”


Sebuah rumah besar dengan halaman yang luas menjadi pemandangan paling indah Dini pagi itu. Kedua anak kembarnya Farrel dan Karel melambai-lambaikan tangan dari ayunan besar di depan rumah tersebut.

“Rumah baru kita sayang” ujar Dodi seraya mengecup kening istrinya
Dini memeluknya erat, air matanya menetes di kerah kemeja suaminya.

***

“Gimana suka rumahnya?”

“Suka mas, anak-anak juga suka sepertinya” kata Dini sambil memperhatikan kedua anaknya yang asik berenang.

“Syukur kalau begitu, aku kerja keras untuk ini Din” ujar Dodi meraih kepala Dini dan menyandarkannya ke bahunya.

“Makasih banyak mas”

Tiba-tiba suara ringtone ponsel Dodi mengagetkan mereka berdua. Dodi beranjak meraih ponsel yang ia simpan diatas meja. Ekspresinya berubah ketika melihat nomor panggilan yang masuk. Dodi mengankat telepon dan beranjak menjauh.

“Ada apa mas?”

“Maaf sayang sepertinya aku harus pergi, ada klien”

Kata-kata yang sudah biasa Dini dengar, yang setiap kali menginterupsi waktu nya bersama Dodi, suami yang dicintainya.

“Iya, ga apa-apa. Hati-hati yah mas”

“Iya sayang, bye”

Dodi bergegas, masih terngiang kata-kata dari perempuan di telepon tadi


Mas, Angga jatuh dari tangga, sekarang aku di rumah sakit sentosa, nunggu mas. cepat datang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar