Minggu, 19 Februari 2012

The Urban Papa's

Kehidupan seorang pria akan berubah 180⁰ atau bahkan 360⁰ ketika ia sudah menikah, benarkah? Saya masih single dan saya berusaha menelitinya sebagai bahan referensi, bekal kelak ketika hendak menjalin mahligai –apa sih itu artinya?- pernikahan.
Akhir-akhir ini saya sedang ketagihan menikmati stand up comedy lawakan-lawakan dari para comic Indonesia di you tube, kenapa comic Indonesia, karena pas mau nonton video stand up nya comic luar negeri nggak ada subtitlenya, berhubung kemampuan bahasa inggris saya ekonomis jadi yah yang lokal ajalah. Reggy Hasibuan namanya, salah seorang comic asal Malang ketika ia open mic di Bandung, salah satu materi stand up nya adalah tentang the urban papa’s. Menurutnya pria yang sudah menikah kehidupannya yang dulu sirna, hilang tak berbekas.



Menurut si comic, laki-laki sebelum menikah sedang berada di puncaknya, tampan, berotot dimana-mana. Tapi ketika sudah menikah semua otot itu pindah ke depan, ke perut, obesitas. Hahahaha. Dan itu ternyata beneran sob, saya perhatikan di tempat kerja saya teman-teman saya yang sudah menikah begitu semua, mereka pun mengakuinya. Terbukti dari foto masa lalu mereka yang kurus seketika berubah menggelembung. Teman-teman saya pun yang seangkatan mengalami hal yang sama, dan kakak ipar saya pun dulu sebelum menikah dengan kakak saya dia kerempeng sangat sob, tapi sekarang..gila..kagum saya. “pas susunya” kata mereka. Saya bahkan nggak ngerti apa itu maksudnya hehehe..^^
Selain perubahan fisik, psikis pun tampaknya berubah. Reggy dalam stand up nya berujar bahwa kehidupan laki-laki sekarang bukan lagi miliknya, tapi milik istrinya..weww..

Ketika berbelanja di super market, suami sebenarnya tidak pernah belanja “bersama” dengan istri, tapi belanja “dibelakang” istrinya dan terlihat sangat tua, lelah, dan dikalahkan tanpa perlawanan, hahahaha. Jika sang suami ingin membeli suatu barang yang diinginkannya pasti harus lapor dulu, kalau pun tidak dia akan nyari alesan supaya lolos dari cemberutnya sang istri. Intinya adalah uang suami adalah uang istri namun uang istri, ya uang istri hehehe.

Pria-pria yang dulunya suka nongkrong bergaul dengan teman-temannya, melakukan segala hobinya, setelah menikah semuanya akan sangaaaaat sulit melakukannya kembali. Karena ada tanggung jawab yang lain, ada yang menunggu di rumah. Tidak ada lagi yang namanya spare time buat mereka, kecuali yang pinter cari-cari kesempatan dan punya istri yang perngertian. Tapi buat yang punya istri yang kurang pengertian dan cemburuan maka begitulah. Pulang telat dikit ditelepon, lagi enak-enak nonton ditelepon, lagi maen futsal ditelepon, lagi maen badminton ditelepon, lagi maen cewek ditelepon #eh.
Dan hebatnya se preman-premannya laki-laki tapi kalau sudah ditelepon istrinya dia takut! Langsung pulang buru-buru. Hanya mereka kalau di depan laki-laki yang lainnya nggak mau ngaku kalau mereka takut sama istrinya. Bilangnya tanggung jawab atau sayang atau komitmen katanya..bullsh#t hehehe. Lalu kenapa mereka terlihat begitu lelah?

Kemarin ada wacana bagi para PNS (status yang sangat saya idamkan) katanya nanti itu gaji mereka akan ditransferkan langsung kepada rekening istrinya. Ini ada apa yah? Apakah pembuat kebijakannya seorang ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) atau kata Sule mah SUSIS (Suami Sieun Istri) gitu, atau mereka itu mendapat tekanan dari istri-istri mereka, gimana? Yang jelas para istri sih pasti pada seneng tuh. Sementara suaminya…!
Tapi sob seperti yang sudah kalian ketahui, motivator ternama Indonesia Mario Teguh juga dia nggak punya apa-apa kan. Semua pengasilannya, rumah, mobil, dan sebagainya itu atas nama istrinya loh. Kasihan eh hebat yah Pak Mario super sekali. Terus pertanyaan saya ibunya pak Mario gimana yah? Apa kalau dia ingin ngasih ke ibunya mesti minta ijin istrinya dulu gitu?

Selain pak Mario Teguh, mantan presiden RI juga katanya ISTI yah? Inget Pak Soeharto yang legend itu? Katanya beliau juga takut sama Bu Tien. Terus Hitler juga, Julius Caesar yang hebat itupun juga takut cenah. Saya jadi inget bodorannya sang maestro bodor Sunda Kang Ibing begini ceritanya.
Disuatu kampung dikumpulkan semua laki-laki yang sudah menikah. Pak RT nya bilang “yang takut sama istri pindah ke sebelah kanan” maka pindah lah semua laki-laki dikampung tersebut ke sebelah kanan, hanya ada satu yang nggak pindah. Heran lah semua laki-laki yang ada disitu, berani amat ni orang nggak pindah. Pak RT yang penasaran lantas bertanya “wah pak berani-beraninya bapak, kenapa nggak takut istri? Kenapa nggak pindah?” “nggak tahu ini juga disuruh sama istri jangan pindah” katanya #eh…

Saya menulis ini bukan berarti menyudutkan wanita, tidak sama sekali. Bukan berarti saya tidak mau menikah juga. Menikah itu kewajiban dalam agama yang saya anut, menyempurnakan ibadah. Tapi maksud saya adalah hanya untuk berbagi point of view, karena ada sedikit kelucuan disana mengenai life after marriage. Pepatah populer mengatakan dibalik kesuksesan seorang pria besar ada wanita hebat yang mendorongnya dari belakang, dan menurut saya mungkin begitu pula sebaliknya jika menyangkut kegagalan seorang pria. Wanita mendapatkan derajat yang tinggi dalam agama yang saya anut, jadi saya menanti wanita hebat yang tinggi derajat dan mampu meninggikan derajat pasangannya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar