Bulan Juni harus nya jadi bulan yang menyenangkan. Senang karena bulan kelahiran, senang karena akan libur panjang, senang karena banyak summer movie yang seru. Tapi tahun ini entah kenapa ada rasa enggan saat hendak memasuki bulan Juni. Perasaan enggan itu makin kuat diakhir bulan Mei. Pertanda kah?
Siang hari 8 Juni 2013 sekitar jam 1 siang, selesai shalat dzuhur (iya begini2 juga masih shalat) saya menyalakan laptop, membuka winamp, lantas memasangkan earphone. Harus menggunakan earphone karena saat itu di rumah sedang ada 2 orang pekerja yang merenovasi beberapa bagian rumah, berisik.
Mata saya nyaris terpejam gara-gara suara John Legend hingga ibu saya teriak dari lantai bawah. Banjirrr!!!
Selasa, 18 Juni 2013
Rabu, 05 Juni 2013
Ongkos Naik Angkot Jadi Berapa?
Jadi katanya mulai bulan Juli 2013 BBM naik. Orang-orang
pasti pada heboh, Ada yang pro, ada yang contra, ada juga mortal combat, bahkan mungkin pacman (apa ini?!), bebas. Banyak yang adu argumen sampai berbusa. Heran, padahal
sekarang udah ada whatsapp, we chat, line, deelel, masih aja maenan BBM (apa juga ini?!).
Tapi rencana kenaikan ini kan emang udah dari tahun kemarin, hebohnya sama, cuman ga jadi, heboh doang. Ya seperti kata mas/om @pandji yang katanya
seorang artis itu. Menunda kenaikan BBM ini seperti menunggu bom waktu. Tinggal tunggu jegerrr nya aja kalau kata Rendra presenter bola Anteve mah.
Terus pandangan saya sebagai pakar makan tanaman gimana?
Hah? *itu pagar kampret!* *hari gini masih maen plesetan*
Yah, pandangan saya mah jelas burem, minus nya nambah, kebanyakan maen FM duh... #KemudianCurhat.
Hah? *itu pagar kampret!* *hari gini masih maen plesetan*
Yah, pandangan saya mah jelas burem, minus nya nambah, kebanyakan maen FM duh... #KemudianCurhat.
Kenaikan BBM pastinya bakalan diiringi sama kenaikan harga-harga bahan
pokok (sembako). Kenapa BBM naik, harga sembako ikut naik? Ya karena
itu sembako diangkutnya pakai mobil bukan pakai odong-odong cuy! Masa gitu aja ga
tau? Atau sebenarnya udah tau? Yaudah.
Nah, dan bulan Juli nanti itu kita udah masuk bulan Ramadhan dimana untuk sebagian
orang justru malah bikin parno. “Duh bulan puasa, harga-harga pada naek tar
lebaran gimana?” Ya lebaran mah gitu we shalat ied terus maaf-maafan. Simple. Kesannya bulan puasa sama lebaran itu jadi
beban gitu yah. Seperti diwajibkan ada makanan berlimpah, pakaian gemerlap, perhiasan
berkilau, serta uang bergelimang (aih diksi macam apa ini?!). Inikan salah fokus yah?
Kejadian Absurd dengan Anak SD
Setelah membaca tulisan di kompasiana pagi tadi yang berjudul “Coboy
Junior, dan Percepatan Pubertas Terhadap Anak" saya jadi ingin nulis sesuatu
juga. Pengalaman pribadi. Bukan tentang Coboy Junior sih, lagi pula sudahlah
mereka mah sudah terkenal, nanti kalau saya tulis lagi tentang mereka malah
jadi tambah terkenal (lah..siapa saya?! ) Tapi tulisan ini tentang bukti sahih
kalau anak-anak jaman sekarang tuh memang dewasa sebelum waktu nya. Silakan
disimak. *drum rolls*
Buat pembaca yang belum tau saya (kaya nya semua deh!) saya
ini berprofesi sebagai pengajar (masih belum sanggup nyebut diri “guru” J) saya pernah ngajar
anak-anak SD sampai SMA ditempat yang berbeda-beda pula (belagu) tapi paling
banyak berurusan sih sama anak SD, bingung saya juga mungkin faktor tinggi
badan yang hampir sepantar kali yah?! Nah saya ini terbilang cukup aktif di
social media dibanding rekan guru yang lain (iya mereka mah sudah pantas
disebut “guru”). Dulu saya sering maen FS, pindah ke FB, sering ngetwit random
di twitter, posting tulisan sotoy di blogspot/multiply, sampai upload foto makanan di
instagram. Makanya saya sering dianggap guru gaul, keren, ganteng,
multitalenta. Boleh silahkan muntah hehehe. Itu mah tadi saya sendiri yang
nambah-nambahin.
Tapi dari kebiasaan aktif di social media ini saya sering
nemu hal yang mengejutkan. Saya jadi tau apa yang ada dipikiran anak-anak di FB
atau yang saya follow di twitter (err..kebanyakan yang minta follback..)
Saya jadi tau apa keinginan mereka, apa yang sedang mereka
rasakan, masalah apa yang sedang mereka hadapi. Hal ini berguna bagi
seorang pendidik tentunya, agar bisa menerapkan pendekatan serta strategi yang
tepat dalam proses KBM. Tsaaahh. Tapi kadang karena ke-lebayan-an mereka justru
banyak hal-hal absurd yang saya temukan,sampai-sampai saya kesel sendiri baca
timeline yang isinya curhatan bocah-bocah generasi pemuja Coboy Junior, One
Direction, Justin Bieber, dan KPOP ini. Nah ini lima kejadian absurd yang pernah saya
temukan entah itu di dunia nyata maupun maya. tsaahh.. (nama dan lokasi dirahasiakan atas inisiatif saya sendiri)
Sabtu, 25 Mei 2013
10 Film dengan Ending yang "ngehe"
Menurut kamusslang.com, ngehe adalah kondisi paling bego and paling ancur. biasanya terlihat dr raut wajah, misal mulut mangap, jalan sempoyongan, mata melotot dah ancur bgt. Definisi nya ngehe banget tuh. Tapi, alasan saya gunakan istilah “ngehe” untuk 10 film ini (in no particular order) karena memang film-film ini punya ending yang bisa bikin mulut mangap, mata melotot, hidung berminyak, pipi jerawatan, ok lebay. Istilah kerennya twist ending atau shoking ending. Twist, karena ketika kita menyangka endingnya akan A ternyata jadi B bahkan C, makanya bikin kaget, shock, entah itu berakhir bahagia atau tidak. Sebenarnya sudah banyak juga yang bahas ini, tapi ini sih list pribadi saya sebagai movie buff wannabe eaaa…
1. Phsyco (1960)
Inilah film yang bikin saya jatuh cinta sama film horror/thriller. Masih ingat sekali nonton film ini di TV waktu itu sedang nanyangin film-film horror klasik macam The Excorcist, The Omen, dll. Saya suka banget film ini, jenius. Sutradaranya legendaris, Alfred Hitchcock. Diantara horror/thriller klasik, film ini ada di barisan terdepan. Film yang mengubah standar film-film misteri, dan pengaruhnya bahkan masih terasa hingga sekarang barangkali (sotoy). Ceritanya tentang seorang sekretaris yang jengah dengan hidupnya, terutama karena gagal menikah dengan kekasihnya akibat masalah finansial. Suatu hari ia mendapat tugas untuk menyetorkan uang puluhan ribu dollar ke bank oleh bosnya. Melihat adanya kesempatan untuk memperbaiki hidup. Ia lantas melarikan diri ke pedesaan dan ingin membangun kembali hidupnya dengan uang curian tersebut. Letih akibat perjalanan yang jauh, dan badai yang menerjang membuatnya harus terjebak disebuah motel. Disinilah semua ketegangan dan misteri dimula.. Hahahaha (ketawa jahat)
2. Shawshank Redemption (1994)
Dianggap sebagai salah satu film paling
powerfull sepanjang masa oleh para kritikus. Dan tanpa perlu diperdebatkan saya setuju (apa sih). Dari segi manapun film ini
keren buat saya. Disutradarai oleh Frank Darabont dan diperankan oleh Tim
Robbins serta Morgan Freeman sebagai 2 tokoh sentral film ini. Mengisahkan
tentang seorang bankir muda dan kaya
(Tim Robbins) yang dijatuhi hukuman berat karena dituduh telah melakukan
pembunuhan berencana kepada istri dan selingkuhannya. Ia mengaku tidak
bersalah, namun tak ada satu bukti pun yang dapat menguatkannya. Ia pun harus
rela menghabiskan seluruh sisa hidupnya di penjara. Namun pertemuan dengan seorang penghuni penjara (Morgan Freeman) membuatnya percaya akan adanya harapan. Dan
inilah yang coba disampaikan film ini. Hope. Lalu apakah ia menghabiskan
seluruh hidupnya di penjara atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan ataukah
ia….
1. Phsyco (1960)
2. Shawshank Redemption (1994)
Kamis, 23 Mei 2013
[BeraniCerita #18] Tiket Keberuntungan
Hari ini perjudian itu dimulai. Berbulan-bulan berlatih hanya untuk mengikuti audisi pencarian bakat ini. Tidak ada satu orang pun yang mengerti betapa pentingnya audisi ini buat ku. Ibu berkerenyit keningnya ketika kusampaikan niatku ini. Sementara ayah dingin seperti biasanya, bahkan piala di lemari pun tak membuatnya tertarik. Teman-temanku di sekolah menertawakan. Menurut mereka biasanya penyanyi yang dihasilkan dari ajang seperti itu tidak akan bertahan lama, instant. Namun tekad sudah bulat. Akan ku buktikan pada mereka dengan sebuah golden ticket. Tiket yang akan membawa ku ke ibu kota. Tiket menuju ketenaran.
Bunyi klakson terdengar beberapa kali. Azka sudah menunggu di luar dengan sepeda motornya. Sahabat ku ini yang akan mengantar ku audisi. ‘yakin ga mau ikut audisi?’ Tanya ku. Ia hanya menggeleng. Baginya musik hanya tempat pelarian, pemuas diri. Bisa bernyanyi dan bermain musik bersama bandnya lebih dari cukup. Sayang. Padahal setiap melihat Azka bernyanyi aku selalu kagum, dia seperti sedang trance. Segala emosinya tumpah dalam lagu, larut dalam lirik, yah.. walaupun tekniknya biasa saja. Tapi sosoknya mengingatkan pada Jeff Buckley ketika sedang bernyanyi.
****
Antrian sudah mengular di luar pintu gerbang. Aku pun ikut antri untuk mendaftarkan diri dan mendapat nomor urut audisi. 4025 Itu nomor urut ku dan 4026 nomor urut Azka. Tanpa sepengetahuannya ku daftarkan. Suaranya layak didengar pikir ku. Walaupun harus aku paksa dia untuk ikut mencoba.
‘Wi, mau nyanyi Whitney Houston lagi?’ Tanya nya. 'Iya', jawab ku tersenyum. Lagu Whitney Houston yang membuatku juara lomba nyanyi di Sukabumi waktu itu. Aku sudah menguasainya dengan baik. 'Kamu mau nyanyi apa?' Tanya ku sambil mengantri menuju pintu audisi. ‘Metallica’ katanya lempeng. Kami pun tertawa seketika.
Pintu audisi sudah di depan mata, giliran ku masuk. Langkah ku mantap. ‘Wi…’ suara Azka membuat ku terhenti. ‘semangat!’ katanya sambil mengepalkan tinjunya ke udara. Hal yang sama yang ia lakukan saat aku ikut kompetisi lalu.
Memasuki ruangan aku mulai gugup. Ada disana 4 orang musisi terkenal di Indonesia. ‘mau nyanyi apa?’ Tanya seorang diva muda yang hendak go internasional itu. ‘Whitney Houston, I Will Always Love You’ jawab ku. Setelah dipersilahkan, aku pun mulai bernyanyi. Semua jerih payah ku keluarkan lewat suara dan teknik bernyanyi. Keputusan 3 orang juri membuat mata ku berkaca-kaca, mulut ku bergetar ketika mengucapkan terima kasih dan menyalami ke 4 juri tadi. Diva muda tadi berujar ‘maaf kamu belum bisa lolos' katanya. Aku pun mengangguk dan melangkah keluar dari ruang audisi. Keluar dengan kepala tertunduk, tak sanggup menatap mata Azka. Ia membelai punggungku, menenangkan. ‘ayo pulang’ katanya sambil menarik tangan ku. Tapi aku enggan. Aku memaksanya untuk tetap mencoba audisi, 'demi aku', kata ku setengah merajuk. Ia pun masuk ruang audisi. aku menunggu penuh harap di luar. Tak lama kemudian...
‘gimana?' tanya ku. Ia hanya menunduk, lalu menepuk pundak ku seperti berkata ‘sudahlah tak usah dipikirkan’. Langkahnya gontai mendahului ku, tanpa ku tahu golden ticket terlipat dalam saku celana nya, tak tahu harus diapakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
